Oleh: Agung Sasongko
JAKARTA – Umat Islam belum memanfaatkan teknologi internet untuk menggeliatkan ekonomi dan syiar Islam. Kondisi itu tidak terlepas dari pemahaman yang kurang soal teknologi internet.
Hal tersebut disampaikan Wakil Redaktur Pelaksana Harian Republika Irfan Junaidi, saat menjadi pembicara workshop Online Journalism, di ajang Republika Ramadhan di Masjid At-Tin, Jakarta, Kamis (4/8/11).
Irfan mengungkap, dunia internet merupakan ruang tanpa batas yang multiplatform. Artinya, dengan sifat yang demikian luas dari internet memancing individu berkreasi semaksimal mungkin.
“Apa mungkin, kita sewaktu baca koran lalu mau lihat videonya. Tentu tidak mungkin, tapi di dunia internet sangat mungkin,” katanya.
Dikatakan Irfan, begitu luasnya ruang, fleksibelitas sifat media, dan akses internet yang tidak membutuhkan biaya besar menyebabkan internet menjadi daya tarik. Ia menyebutkan, jumlah pengakses internet di Indonesia mencapai 35 juta pada 2009 silam. Dapat dipastikan pada 2011 jumlah sudah meningkat (apalagi 2012 -pen). Tingkat perkembangannya pun sangat baik yakni mencapai 25 persen per tahun. “Ini peluang dakwah dan ekonomi yang besar,” kata dia.
Persoalan yang kemudian mengemuka, kata Irfan, mulai dari mana. Padahal, menurut dia, jawabannya sederhana yakni memanfaatkan sejumlah layanan dalam dunia internet, seperti blog atau website. Kedua layanan ini dapat dimanfaatkan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Blog, misalnya, dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma tanpa mengeluarkan uang. “Kita di dunia internet, bisa menjadi pemilik media, pengamat media, pembaca atau pakar media,” kata dia.
[]ed:subroto | Harian Republika Jumat, 5 Agustus 2011 – hal. 26
aku sudah memanfaatkan om.. Hehe..
good job, brader! b^^d
saking cintanya nulis blog, saya sudah ga bisa ngitung lagi ada berapa banyak blog yang saya miliki…
monggo mampir ngeteh
http://dzikrina22.blogspot.com/
wow :-O hobinya bikin blog ya? sdh brp puluh blog yg pernah dibikin? hehe
oke
insyaaLlah dah mampir ngeteh kok
blognya banyak foto2 big size ya? jd lambat loadingnya..
matur nuwun nggih sampun nglegakke mampir medang ronde teng riki
wah, iya fotonya mematikan bandwidth, maaf…maaf
sebaiknya foto2nya dikompress dulu sebelum diupload ke blog, biar aksesnya enteng gitu.. kata temenku, pakai irvan view+plug in bisa ngompress foto jd ukuran kecil tp tak mengurangi ketajaman foto. sepertinya perlu dicoba tuh.. ^_^
wah, klo mnurut ilmu yg saya pelajari, semua peng-kompres-an foto mjd kecil akan berefek ke ketajamannya…
berhubung blog adlh sarana saya menyimpan sejarah, makannya foto yg dimasukkan diusahakan foto dgn resolusi terbaik…sbg investasi masa depan kalau2 foto aslinya hilang dsb
just another perspective
kembali lg ke 7an awal kita membuat blog.. innamal a’malu biniyat.. hehe
mari ngeblog…. (loh?!)
marii..