Bagi mahasiswa (calon) sarjana, menulis skripsi merupakan ujian tersendiri. Kemampuan dalam menyusun sebuah karya ilmiah bukanlah jaminan bahwa ia selesai lebih cepat daripada yang belum berpengalaman dengan karya tulis ilmiah. Kalau saya memandangnya dari sudut pandang pelaku, yang paling menentukan adalah faktor semangat. Biasanya, dengan adanya semangat untuk segera menuntaskan skripsi entah apapun alasannya, membuat pengerjaan skripsi semakin cepat dan efisien. Namun bila seorang mahasiswa tak memiliki semangat untuk mengerjakannya, maka beribu alasan telah siap di kepala untuk menjadi pembenaran menundanya. Continue reading
