
aku malu pada kata ‘maaf’
aku malu pada kata ‘belum’
aku malu pada kata ‘lupa’
terlalu banyak kusebut mereka
untuk menutupi kesalahan
yang aku perbuat

aku malu pada kata ‘maaf’
aku malu pada kata ‘belum’
aku malu pada kata ‘lupa’
terlalu banyak kusebut mereka
untuk menutupi kesalahan
yang aku perbuat
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Jangan marah!” begitu sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayat kan Imam Bukhari.
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang bisa saja marah. Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Lalu apa makna hadis Nabi SAW itu? Ibnu Hajar dalam Fathul Bani menjelaskan makna hadis itu: “AlKhath thabi berkata, “Arti perkataan Rasu lullah SAW ‘jangan marah’ adalah menjauhi sebab-sebab marah dan hendaknya menjauhi sesuatu yang meng arah kepadanya.” Menurut ‘Al-Khaththabi, marah itu tidaklah terlarang, karena itu adalah tabiat yang tak akan hilang dalam diri manusia.
Nah, apa yang harus dilakukan seorang Muslim ketika marah? Continue reading
Sungguh, hari ini saya mendapat sebuah pelajaran yang begitu berharga. Kiranya sudilah sahabat pembaca setia ‘catatan peradaban’ menyimak apa yang akan saya sampaikan berikut ini, semoga bermanfaat..
Pagi ini, ponsel saya kehadiran sebuah pesan singkat dari salah seorang sahabat, begini isinya: Continue reading
Oleh: M Lili Nur Aulia
Saudaraku, hidup kita ini, sesungguhnya hanya meniti jarak menuju titik kematian. Melewati waktu yang kian lama membawa kita pada keadaan yang makin mendekat dengan maut. Menghabisi sisa usia yang terus menerus berkurang dan kian sedikit, hingga mencapai ajal di akhirnya.
Maka, masalah terbesar dan paling serius dari perjalanan ini adalah, ada di mana kaki kita melangkah. Persoalan paling penting selama rentang waktu hidup ini adalah, bagaimana perilaku kita hingga kaki kita ada di ujung batas usia yang tak pernah kita tahu. Orang-orang shalih menyebut proses perjalanan usia yang dilakukan dengan benar hingga ajal dengan ungkapan: istiqamah. Continue reading
Sungguh nikmat menjalani segala sesuatu yang didasari oleh kesadaran. Bukan karena menggugurkan kewajiban atau karena keterpaksaan. Setiap langkah begitu bermakna, setiap detiknya begitu berarti, dan jiwa ini nyaman dibuatnya. Ketika kita menjalankan shalat wajib karena sadar bahwa shalat itu mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar, bahwa shalat itu merupakan penyucian jiwa kita dari dosa-dosa yang telah kita perbuat baik secara sadar ataupun tidak, bahwa shalat itu membawa pada ketenangan batin, maka Continue reading
Setiap detik peristiwa yang kita jalani menyimpan begitu banyak makna, kalau kita mampu menemukannya. Itu artinya tidak ada satu pun adegan hidup kita yang sia-sia. Allah lah yang menulis skenarionya. Hanya saja, bisakah kita menemukan maksa di balik setiap peristiwa itu? Itu semua bergantung pada kemampuan kita masing-masing. Sedekat apa kita pada sang penulis naskah hidup kita, tentu semakin dekat kita dengan sang penulis naskah maka semakin mudah pula kita menemukan makna.
Posted in Curahan Qalbu, Ruhiyah