Sobatku pembaca setia blog ini, mohon maaf yang sebesar-besarnya saya haturkan kepada panjenengan (Anda -red) semua karena dalam bilangan bulan, bahkan tahun (:p) saya tak kunjung mengunggah postingan baru di blog ini. Sungguh waktu terasa berjalan amat lambat ya? #lebay
Berikut ini saya sajikan sebuah tulisan yang tak sengaja saya temukan di sebuah folder komputer yang (juga) sudah lama tidak pernah saya buka
Tentunya setelah saya edit sana-sini
Meski sudah ditulis sejak beberapa tahun silam, semoga isinya tetap fresh dan bermanfaat. Akhirnya, selamat membaca.. ^_^
***
Sahabat, saudara atau keluarga, baru terasakan keberadaannya bagi diri kita saat mereka telah tiada.. Saat mereka ada, kita asyik dengan diri kita, dengan ego kita, cuek! Diri ini tak pernah merenungkan betapa berartinya mereka bagi kita. Kita baru terhenyak dan sadar akan pentingnya keberadaan mereka saat kita membutuhkan teman dalam memecahkan sunyi yang hinggap atau saat kita benar-benar membutuhkan pertolongan.
Ada sebuah kisah kehidupan seorang wanita paruh baya. Wanita itu memiliki beberapa saudara kandung. Saya tak tahu pasti berapa jumlah saudara kandungnya, tapi yang jelas semua saudara kandungnya telah mendahuluinya ke alam barzah. Ayahnya pun sudah tiada. Meski ia hidup tanpa saudara kandung dan ayah, namun ia masih memiliki seorang ibu.
Seorang anak harus Continue reading →