Category Archives: Ruhiyah

Adab Mengendalikan Amarah Menurut Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Jangan marah!” begitu sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayat kan Imam Bukhari.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang bisa saja marah. Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Lalu apa makna hadis Nabi SAW itu? Ibnu Hajar dalam Fathul Bani menjelaskan makna hadis itu: “AlKhath thabi berkata, “Arti perkataan Rasu lullah SAW ‘jangan marah’ adalah menjauhi sebab-sebab marah dan hendaknya menjauhi sesuatu yang meng arah kepadanya.” Menurut ‘Al-Khaththabi, marah itu tidaklah terlarang, karena itu adalah tabiat yang tak akan hilang dalam diri manusia.

Nah, apa yang harus dilakukan seorang Muslim ketika marah? Continue reading

Dia Sudah Dipanggil Allah

Sungguh, hari ini saya mendapat sebuah pelajaran yang begitu berharga. Kiranya sudilah sahabat pembaca setia ‘catatan peradaban’ menyimak apa yang akan saya sampaikan berikut ini, semoga bermanfaat..

Pagi ini, ponsel saya kehadiran sebuah pesan singkat dari salah seorang sahabat, begini isinya: Continue reading

Bagaimana Sikap Kita Terhadap Dakwah?

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al Kahfi 18: 28)

Bergabung dalam komunitas dakwah bukan berarti selalu nyaman, karena memang di mana pun kita berada, sudah menjadi sunnatuLlah diciptakan pasangannya. Ada rasa nyaman berarti ada rasa sebaliknya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana sikap kita. Ketika terjadi ketidaknyamanan kita rasakan pada sebuah komunitas dakwah, apa yang akan kita lakukan? Tetap menjaga kedekatan kita terhadap komunitas tersebut lantas memperbaiki diri ataukah justru perlahan-lahan menjauh menepi tanpa kompromi? Continue reading

Istiqamahlah..

Oleh: M Lili Nur Aulia
Saudaraku, hidup kita ini, sesungguhnya hanya meniti jarak menuju titik kematian. Melewati waktu yang kian lama membawa kita pada keadaan yang makin mendekat dengan maut. Menghabisi sisa usia yang terus menerus berkurang dan kian sedikit, hingga mencapai ajal di akhirnya.

Maka, masalah terbesar dan paling serius dari perjalanan ini adalah, ada di mana kaki kita melangkah. Persoalan paling penting selama rentang waktu hidup ini adalah, bagaimana perilaku kita hingga kaki kita ada di ujung batas usia yang tak pernah kita tahu. Orang-orang shalih menyebut proses perjalanan usia yang dilakukan dengan benar hingga ajal dengan ungkapan: istiqamah. Continue reading

Mensyukuri Nikmat, Sebuah Refleksi

Sobatku pembaca setia blog ini, mohon maaf yang sebesar-besarnya saya haturkan kepada panjenengan (Anda -red) semua karena dalam bilangan bulan, bahkan tahun (:p) saya tak kunjung mengunggah postingan baru di blog ini. Sungguh waktu terasa berjalan amat lambat ya? #lebay :D

Berikut ini saya sajikan sebuah tulisan yang tak sengaja saya temukan di sebuah folder komputer yang (juga) sudah lama tidak pernah saya buka :D Tentunya setelah saya edit sana-sini :) Meski sudah ditulis sejak beberapa tahun silam, semoga isinya tetap fresh dan bermanfaat. Akhirnya, selamat membaca.. ^_^

***

Sahabat, saudara atau keluarga, baru terasakan keberadaannya bagi diri kita saat mereka telah tiada.. Saat mereka ada, kita asyik dengan diri kita, dengan ego kita, cuek! Diri ini tak pernah merenungkan betapa berartinya mereka bagi kita. Kita baru terhenyak dan sadar akan pentingnya keberadaan mereka saat kita membutuhkan teman dalam memecahkan sunyi yang hinggap atau saat kita benar-benar membutuhkan pertolongan.

Ada sebuah kisah kehidupan seorang wanita paruh baya. Wanita itu memiliki beberapa saudara kandung. Saya tak tahu pasti berapa jumlah saudara kandungnya, tapi yang jelas semua saudara kandungnya telah mendahuluinya ke alam barzah. Ayahnya pun sudah tiada. Meski ia hidup tanpa saudara kandung dan ayah, namun ia masih memiliki seorang ibu.

Seorang anak harus Continue reading

Menikmati Kesadaran

Sungguh nikmat menjalani segala sesuatu yang didasari oleh kesadaran. Bukan karena menggugurkan kewajiban atau karena keterpaksaan. Setiap langkah begitu bermakna, setiap detiknya begitu berarti, dan jiwa ini nyaman dibuatnya. Ketika kita menjalankan shalat wajib karena sadar bahwa shalat itu mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar, bahwa shalat itu merupakan penyucian jiwa kita dari dosa-dosa yang telah kita perbuat baik secara sadar ataupun tidak, bahwa shalat itu membawa pada ketenangan batin, maka Continue reading

Menemukan Makna

Setiap detik peristiwa yang kita jalani menyimpan begitu banyak makna, kalau kita mampu menemukannya. Itu artinya tidak ada satu pun adegan hidup kita yang sia-sia. Allah lah yang menulis skenarionya. Hanya saja, bisakah kita menemukan maksa di balik setiap peristiwa itu? Itu semua bergantung pada kemampuan kita masing-masing. Sedekat apa kita pada sang penulis naskah hidup kita, tentu semakin dekat kita dengan sang penulis naskah maka semakin mudah pula kita menemukan makna.

Continue reading

Indonesia Berkabung

Ya Allah, ampunilah hamba dan saudara-saudara hamba atas segala kesalahan dan dosa yang kami perbuat, terimalah amal ibadah kami selama ini.. Aamiin..

Indonesia berkabung, berbagai peristiwa memilukan telah terhampar di depan kita. Belum lama banjir bandang melanda Wasior Papua, tadi malam gempa bumi berkekuatan 7,2 Scala Richter mengguncang Kepulauan Mentawai yang mengakibatkan tsunami menewaskan sekitar 112 orang (MetroTV) dan 500 orang hilang, tadi pagi Jakarta dilanda banjir sehingga menimbulkan kemacetan panjang dan telah menewaskan 2 orang, tadi sekitar pukul 5 sore Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan erupsi magma memanikkan warga sekitar Merapi dan menewaskan seorang balita serta sekitar 15 orang yang ditemukan di seputar kediaman Mbah Maridjan (26/10/2010 pukul 22:00 WIB berdasarkan laporan juru kamera MetroTV, Edward AR). Selain kejadian-kejadian di atas masih banyak lagi peristiwa di bumi Indonesia yang menyesakkan dada kita, membuat hati ini begitu pilu, astaghfirullaah.. Continue reading

Jadwal Kajian Ahad Pagi Masjid Syuhada

Kajian Ahad Pagi Masjid Syuhada rutin dilaksanakan setiap Ahad pukul 06.15-07.30 WIB

  1. Ahad, 10 Oktober 2010 — “Hati yang Senantiasa Berdzikir” — Ustad Abdullah Sunono
  2. Ahad, 17 Oktober 2010 — “Keajaiban Bekam (Hijamah)” — Ustad Sayid
  3. Ahad, 24 Oktober 2010 — “Fiqh Munakahat: Persiapan Diri” — Ustad Ghozali Mukri, Lc
  4. Ahad, 31 Oktober 2010 — “Membaca Pesan Allah Melalui Fenomena Alam” — Ustad Andi Hermawan Continue reading