Ini bukan artikel, apalagi puisi, hanya uneg2 saja
Semoga bermanfaat..

Berkendara di jalan raya sungguh menantang adrenalin siapa saja
apalagi bagi seorang pemuda/i berbadan gelap pembalap 
entah motor, mobil, truk, tanki, gerobak, becak, atau sepeda gowes
yang menghalangi pandangan mata, langsung dilibas saja
Didahului sebisa mungkin, pokoknya paling depan
atau mungkin tergesa-gesa pingin sampai rumah
menikmati sajian hamparan kapuk berbalut sprei
ataukah lapar perut yang tak tertahankan
Mengebut di jalan raya menjadi pilihan bagi sebagian orang
entah apa motivasinya, tetap perlu waspada.. waspadalah! waspadalah!
lihatlah kedua kaca spion bergantian sebelum memutuskan
untuk mendahului apa pun di depannya..
Bikin perhitungan, apakah aman untuk mendahului,
kasih sinyal kepada pengguna jalan yang lain
entah bunyi klakson manual (*mulut
) atau otomatis (*motor)
nyalakan juga lampu sein/ riting (jika masih berfungsi
)
Samakan kecepatan kendaraan kita dengan yang akan didahului
jaga jarak aman agar tak nyenggol kanan kiri
jaga jarak dengan yang di depan atau belakang
jika rem mendadak dipastikan tak menabrak atau tertabrak
Oiya, sebelum berkendara, cek tekanan angin pada ban
cek bahan bakar apakah masih cukup menjangkau tujuan
pakai helm standar nasional Indonesia, ikatkan talinya ‘klik’
pakai jaket, celana/rok panjang, jaket yang tebal dan nyaman.
Jangan lupa baca do’a..
bismillaahirrahmaanirrahiim
bissmillaahi tawakkaltu ‘alAllahi laahawla walaaquwwata illabillaah..
insya Allah ngebuut pun aman
Thanks to Allah swt dan seorang pembalap (+navigatornya) yg sudah berkorban untuk menginspirasi postingan ini