Makna Kalimat Syahadat


awan Allah

Kalimat syahadat adalah kalimat yang tidak asing lagi bagi umat Islam. Kita senantiasa menyebutnya setiap hari, misalnya ketika shalat dan azan. Kalimat syahadat sering diucapkan oleh umat Islam dalam berbagai keadaan. Memang kita hapal kalimat syahadat dan dapat melafalkannya dengan fasih, namun sejauh manakah kalimat syahadat ini dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari ummat Islam?

Hal tersebut perlu dijawab dengan realitas yang ada. Tingkah laku ummat Islam yang terpengaruh dengan perbuatan jahiliyah atau cara hidup Barat yang memberi gambaran bahwa syahadat tidak membekas dalam kehidupan ummat Islam seperti tidak menutup aurat, melakukan hal-hal yang dilarang dan meninggalkan perintah-Nya, memberi kesetiaan dan ketaatan bukan kepada Islam, dan mengingkari rizqi atau tidak menerima dengan ikhlas segala sesuatu yang telah diberikan kepada dirinya. Contoh ini adalah wujud dari seseorang yang tidak memahami syahadat yang dibacanya dan tidak mengerti makna yang sebenarnya dalam syahadat tersebut.

Kalimat syahadat merupakan asas utama dan landasan penting dalam rukun Islam. Tanpa syahadat maka keempat rukun Islam lainnya akan runtuh begitupun dengan rukun iman. Tegaknya syahadat dalam kehidupan seorang individu maka akan menegakkan ibadah dan dien dalam hidup kita. Dengan syahadat maka wujud sikap ruhaniah yang akan memberikan motivasi kepada tingkah laku jasmaniah dan akal pikiran serta memotivasi kita untuk melaksanakan rukun Islam lainnya.

Menegakkan Islam maka mesti menegakkan rukun Islam terlebih dahulu, dan untuk tegaknya rukun Islam maka mesti tegak syahadat terlebih dahulu. Rasulullah SAW mengisyaratkan bahawa: Islam itu bagaikan sebuah bangunan. Untuk berdirinya bangunan Islam itu harus ditopang oleh 5 (lima) tiang pokok yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji ke baitul haram. Dalam hadits yang lain: shalat sebagai salah satu rukun Islam merupakan tiangnya ad dien.

Di kalangan masyarakat Arab di zaman Nabi SAW, mereka memahami betul makna dari syahadat ini, terbukti dalam suatu peristiwa di mana Nabi SAW mengumpulkan para pemuka Quraish dari kalangan Bani Hasyim, Nabi SAW bersabda: Wahai saudara-saudara, maukah kalian aku beri satu kalimat, di mana dengan kalimat itu kalian akan dapat menguasai seluruh jazirah Arab? Kemudian Abu Jahal menjawab: Jangankan satu kalimat, sepuluh kalimat berikan padaku! Kemudian Nabi SAW bersabda: Ucapkanlah Laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah. Abu Jahal pun menjawab: Kalau itu yang kau mau, berarti engkau mengumandangkan peperangan dengan semua orang Arab dan bukan Arab.

Penolakan Abu Jahal terhadap kalimat ini, bukan kerana dia tidak paham akan makna dari kalimat itu, tetapi justru sebaliknya. Dia tidak mau menerima sikap tunduk, taat dan patuh kepada Allah SWT saja, dengan sikap ini maka semua orang akan tidak tunduk lagi kepadanya. Abu Jahal ingin mendapatkan loyalitas dari kaum dan bangsanya. Penerimaan syahadat bermakna menerima semua aturan dan segala akibatnya. Penerimaan inilah yang sulit bagi kaum jahiliyah mengaplikasikan syahadat.

Sebenarnya apabila mereka memahami bahwa loyalitas kepada Allah itu juga akan menambah kekuatan kepada diri kita. Mereka yang beriman semakin dihormati dan semakin dihargai. Mereka yang memiliki kemampuan dan ilmu akan mendapatkan kedudukan yang sama apabila ia sebagai muslim. Abu Jahal adalah tokoh di kalangan Jahiliyah dan ia memiliki banyak potensi, di antaranya ialah ahli hukum (Abu Amr). Setiap individu yang bersyahadat, maka ia menjadi khalifatullah fil Ardhi (khalifah Allah di muka bumi).

Kalimat syahadat mesti dipahami dengan benar, karena di dalamnya terdapat makna yang sangat tinggi. Dengan syahadat, maka kehidupan kita akan dijamin bahagia di dunia ataupun di akhirat. Syahadat sebagai kunci dan tiang daripada dien. Oleh itu, marilah kita bersama memahami syahadat ini. [*]

Referensi: E-Book Materi Tarbiyah

7 responses to “Makna Kalimat Syahadat

  1. nice info gan

    matur nuwun rey ^_^

  2. Mari terus sebarkan dakwah ini….
    senang bisa kenal Zen….

    • Mari… ^_^ Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan istiqomah dalam berdakwah kepada kita semua, Aamiin…
      Sama, saya juga senang bisa kenal mas Jojo. Cerita tour-nya udah dilanjutin belum mas?

  3. Materi tutorial PAI ya?he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s