Bisa Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita


“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzaariyaat: 56)


Masih ingatkah dengan Prof. Sugeng Mardiyono, Ph.D.? Rektor UNY periode 2006-2008 sebelum Prof. Rochmat Wahab, M.A. menjabat? Masih ingat pulakah dengan konsep yang beliau usung, ibadah untuk menggerakkan sistem di UNY? Ya, tepatnya Ramadhan 1429 H baru dimulai. Perdana tarawih Masjid Al Mujahidin UNY pun diisi ceramah oleh Pak Sugeng. Siapa sangka ceramah tarawih perdana itu juga sekaligus ceramah wada’ (terakhir) beliau. Malam itu beliau berpesan, “Saya berharap masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah, tapi juga sebagai pembentuk akhlaq para mahasiswa.”

Satu Ramadhan 1429 Hijriah bertepatan dengan 1 September 2008 Masehi, pagi-pagi setelah menjalani santap sahur dan shalat subuh berjamaah ternyata Allah telah menentukan kehendak-Nya, malaikat Izroil pun menjalankan tugasnya. Pak Sugeng meninggalkan kehidupan dunia untuk selamanya.Semoga kepulangan beliau khusnul khatimah. Amin…

Saudaraku, pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah ini? Betul sekali saudaraku, jika Allah telah berkehendak, tak seorang pun yang mampu mencegahnya. Sudah siapkah engkau seandainya Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir bagimu?

Kadang, sebagian orang beranggapan bahwa Ramadhan adalah sekedar bulan sebagaimana bulan lain yang biasa datang dan pergi, yang bahkan kedatangannya diratapi dan kepergiannya disyukuri. Aneh! Tapi yang demikian adalah sebuah kenyataan. Naasnya lagi, ada yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga di bulan istimewa ini. Na’udzubillah..

Tujuan Hidup
Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman dalam Al Qur’an surat Adz Dzaariyat ayat 56, tujuan penciptaan manusia tak lain adalah supaya manusia mengabdi kepada Allah SWT. Akan menjadi sangat aneh ketika waktu berburu bonus pahala yang telah Allah sediakan (Ramadhan) justru disia-siakan. Itu artinya, manusia lupa akan tujuan diciptakan di dunia ini. Sepatutnya manusia berlomba-lomba memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk beramal shaleh di bulan suci penuh berkah ini. Tak ada lagi alasan untuk bermalas-malasan. Mari kita luruskan kembali tujuan hidup kita untuk mengabdi kepada Allah.

Keutamaan Bulan Ramadhan
Saudaraku, tahukah engkau apakah gerangan yang membuat Ramadhan ini begitu istimewa daripada 11 bulan lainnya? Keutamaan apa sajakah yang ada di dalamnya? Mari kita kupas satu persatu.

1)     Ramadhan adalah Bulan Al Qur’an
Allah SWT telah berfirman, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an.” (QS. Al Baqarah: 185). Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Abbas, firman Allah tersebut mengandung makna bahwa diturunkannya Al Qur’an dari lauhul mahfudzh menuju langit dunia terjadi pada bulan Ramadhan. Dengan demikian, hendaknya kita perbanyak interaksi dengan Al Qur’an di bulan Ramadhan ini. Membacanya, menelaahnya, memahaminya, menghapalkannya, mengajarkannya, dan tentunya mengamalkannya. Terlebih lagi Allah melipatgandakan pahala di bulan Ramadhan.

2)     Ramadhan adalah Bulan Kesabaran
Sifat sabar yang melekat pada seseorang yang sedang melaksanakan ibadah puasa, jauh lebih kuat daripada ketika dia melaksanakan ibadah-ibadah selainnya. Ini dikarenakan dia dapat menahan hawa nafsunya, baik itu bersabar ketika menahan diri dari makan, minum, jimak, dan lain sebagainya saat siang hari selama satu bulan penuh. Oleh karenanya, puasa dikatakan sebagai setengah kesabaran, sedangkan balasan sabar adalah surga (Jannah). Sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam Al Qur’an surat Az Zumar ayat 10 yang artinya, “Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.

Dengan demikian, Ramadhan menjadi saat yang paling tepat untuk menempa kesabaran. Jika kita berhasil melalui tempaan selama satu bulan penuh ini dengan baik, maka tak ayal lagi, bulan-bulan setelahnya akan kita lalui dengan penuh makna dan suka cita.

3)    Pintu-Pintu Neraka Ditutup, Pintu-Pintu Jannah Dibuka, dan Setan-Setan Dibelenggu
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah  RA yang disepakati oleh Imam Al Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu Jannah, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah setan-setan.
Dalam lafal lain disebutkan, “setan-setan itu dirantai”. Maksudnya, setan-setan dibelenggu dan dirantai sehingga pada bulan Ramadhan mereka tidak dapat bergerak bebas sebagaimana waktu-waktu biasanya. Oleh karenanya, didapati bahwa gangguan dan tipu dayanya pada bulan ini lebih sedikit daripada waktu lainya. Bahkan mereka takut kepada bulan Ramadhan sebagaimana takutnya mereka dari adzan dan iqamah, mereka akan menjauh ketika dikumandangkannya adzan dan iqamah.

Dengan kedatangan bulan Ramadhan, semoga orang-orang yang bermaksiat lekas bertaubat. Banyak didapati dari kalangan manusia yang bertanya sebelum memasuki bulan Ramadhan, ini menunjukkan bahwa mereka bersiap-siap untuk bertaubat. Mereka juga memiliki azam (keinginan yang kuat) untuk menyambut bulan ini, hingga ada yang berkata di antara mereka, “Aku memiliki banyak kezhaliman, kehidupan yang suram, bagaimana akan terbebas dari semua ini?”
Sebagian yang lain lagi mengatakan, “Aku telah berbuat maksiat kepada si dia, bagaimana aku harus bertaubat?”

Yang lain lagi bertanya, “Aku sangat sedikit berbuat ketaatan, bagaimana harus menjaganya agar tetap beramal ketaatan yang banyak?”
Begitulah, mereka cukup antusias untuk bertaubat sebelum Ramadhan tiba. Sekarang Ramadhan telah tiba, setan takut dengan datangnya bulan Ramadhan, surutlah keinginan setan untuk menggoda dan menipu manusia. Maka, bagaimanakah dengan engkau saudaraku saat Ramadhan ini telah hadir?

4)     Terdapat Malam Lailatul Qadar
Dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Allah berfirman:
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 3-5)

Sebagian ulama menghitung bahwa seribu bulan sama dengan delapan puluh tiga tahun lebih sedikit. Dalam Muwatha’ Imam Malik –dengan sanad mursal–, disebutkan bahwa Rasulullah diperlihatkan kepadanya umur-umur manusia sebelum beliau –atau atas kehendak Allah semata– maka beliau mendapati bahwa umur umat beliau adalah yang paling sedikit. Tidaklah amalan mereka akan menyamai apa-apa yang telah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya maka Allah memberikan malam Lailatul Qadar kepada mereka (umat Nabi SAW), malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Sungguh, merupakan keutamaan yang sangat agung bagi seorang hamba yang mendapatkan malam Lailatul Qadar, sama halnya ia mendapatkan keutamaan dalam delapan puluh tiga tahun atau bahkan lebih.

5)     Ramadhan,Saat Tepat Doa Dikabulkan
Ramadhan merupakan saat-saat yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah, sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah hadits dengan sanad hasan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya, dalam setiap hari dan malam Allah akan membebaskan seorang Muslim dari api neraka, dan ini terjadi selama bulan Ramadhan. Dan setiap muslim memiliki doa yang akan selalu terkabulkan.”
Abdullah bin Amr bin Ash RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya, bagi orang yang puasa ada doa yang tidak akan ditolak, yaitu ketika dia berbuka.
Oleh karena itu saudaraku, mari kita perbanyak memanjatkan doa kepada Allah. Agar kita tidak termasuk ke dalam golongan yang merugi karena tidak mau memanfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3)

Saudaraku, kini apa lagi yang kau tunggu? Ramadhan telah hadir di tengah-tengah kita dengan berbagai keutamaan yang ada di dalamnya? Apakah kita hanya akan diam saja membiarkannya ia berlalu begitu saja tanpa makna? Ataukah kita segera berbegas menyingsingkan lengan baju, meluruskan niat dan memantapkan kesungguhan untuk berusaha sebaik mungkin memanfaatkan detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari untuk beramal shaleh di bulan Ramadhan ini, menyempurnakan ibadah wajib dan menggenapkan dengan ibadah sunnah? Akankah kau buat akhir yang indah atau akhir yang biasa saja, pilihan itu terletak padamu, saudaraku… Bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita… Allahua’lam. [*]

Referensi:

  1. Majalah Universitas Negeri Yogyakarta “Pewara Dinamika” Volume 9, Nomor 13, September-Oktober 2008.
  2. Syaikh Salman bin Fahd Al-Audah. 2006. Bisa Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita. Solo: media Islamika.

written by Zen Muhammad Alfaruq

4 responses to “Bisa Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita

  1. fastabiqul khoirot

  2. Yannah Falihah Salsabila

    Seandainya orang2 itu tahu keutamaan dan berkah di bulan Ramadhan…maka mereka pasti akan berharap, bahwa semua bulan adalah bulan Ramadhan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s