Pembakaran Uang Massal


Fenomena pembakaran uang massal terjadi di berbagai tempat. Sungguh ironi yang tak menyamankan hati. Di tengah himpitan ekonomi rakyat Indonesia yang cukup berat, masih ada saja orang yang sukarela membakar uang yang dimilikinya. Seolah dirinya tersihir dan tak bisa memakai akal jernihnya. Mengapa mereka tak berpikir untuk menyedekahkan saja uang itu kepada para fakir miskin saja? Atau membantu saudara kita di berbagai belahan bumi Indonesia maupun negara tetangga yang kini sedang menderita dirundung bencana? Meletusnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang mengalirkan gelombang pengungsian, luapan banjir di Pakistan yang menitikkan berliter-liter air mata, tangisan para korban lumpur Lapindo, sedunya para petani yang gagal panen atau lomboknya dicuri maling, kemiskinan yang melanda sebagian besar kaum urban di kota-kota besar, seorang ibu yang bunuh diri bersama kedua anaknya karena himpitan ekonomi, rakyat Palestina yang setiap hari disuguhi dengan teror oleh superteroris zionis Israel laknatullah, dan serentetan penderitaan umat manusia di berbagai belahan bumi ini.

Di manakah hati nurani mereka? Apakah hati mereka sudah mengeras menjadi batu sehingga tak bisa peka sama sekali dengan keadaan? Apa memang mereka telah menjadi super egois tak mau tahu urusan orang, selalu mementingkan dirinya sendiri? Atau mereka minta diturunkan azab oleh Sang Pencipta Alam ini? Apakah mereka kini sudah bukan manusia lagi? Tak ada lagi setitik pun perasaan dan hati nurani di dalam dirinya… Apakah mereka kini menjadi robot yang mencari uang dengan susah payah lalu membakarnya? Apakah orang tua mereka tak mengajarkan apakah arti hidup di dunia ini? Apakah, apakah, apakah? Sungguh banyak nian pertanyaan yang menjejali kepala saya, mengapa ada orang di muka bumi ini yang membakar uangnya di sisi lain masih banyak yang membutuhkan uang itu?

Selain membakar uang, mereka juga membuat keresahan, mengagetkan orang yang sedang khusyu’ shalat, mengusik lelapnya tidur para masyarakat, mengumatkan sakit jantung para penderita penyakit jantung, memunculkan kemarahan orang-orang yang berusaha sekuat tenaga sedang menahan amarah, juga mengotori lingkungan dengan aroma asap dan serakan kertas. Sungguh keterlaluan. Ya, Allah berilah mereka petunjuk…

Pembakaran uang massal itu sungguh nyata dan benar-benar terjadi. Saya tak mengada-ada, kawan… Mereka, entah anak-anak, pemuda, maupun orang tua telah dengan sukarela membakar uangnya. Ada berbagai cara yang mereka pakai untuk membakar uang-uang itu. Membakar sumbu mercon, membakar kembang api, membakar sumbu sos dor beserta kawan-kawannya, dan sumbu-sumbu lainnya yang menimbulkan bunyi-bunyian yang tak indah sama sekali, membakar batangan rokok dan cerutu yang asapnya menebar penyakit untuk dirinya serta orang-orang tak berdosa di sekitarnya. Mungkin kawan-kawan sekalian ada yang mau menambahkan, bagaimana cara mereka membakar uang-uang itu?

Written by Zen Muhammad Alfaruq

One response to “Pembakaran Uang Massal

  1. ncen nggegirisi fenomena ini…😦

    zen:
    he.. istilahe ki lho, ‘nggegirisi’😀 koyo opo wae?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s