Musim Manten


Sisi lain bulan Syawal, selain musim syawalan juga musim manten. Coba hitung saja, dalam bulan ini berapa orang di antara teman, tetangga, saudara, atau kolega Anda yang melangsungkan pernikahan di bulan Syawal? Kalau saya, dua orang teman saya di kampus menikah, dua orang tetangga saya menikah, dan anak budhe saya juga menikah di bulan Syawal ini. Sementara ibu saya, entah berapa kali beliau menghadiri acara walimahan di tempat teman sekantornya, anak temannya, temannya sendiri juga ada yang baru menikah. Tak salah kiranya jika saya menjuluki bulan Syawal ini sebagai bulan ‘musim manten’. Manten adalah bahasa jawa dari pengantin.

Tak salah pilih menurut saya, karena menurut ustad yang mengisi di syawalan kemarin, syawal itu artinya meningkat. Jadi wajar kalau sebelum syawal, masih separuh agama, kemudian saat menginjak bulan Syawal menggenapkan separuh dien. Logis kan..

Di kala para pengantin baru membucah kegembiraannya, ternyata ada kegelisahan yang terjadi di kaum tua. Ya, tepat sekali. Bingung cari hutangan buat isi amplop ketika menghadiri pesta pernikahan atau walimahan. Di Jogja lebih populer dengan sebutan nyumbang. Andaikan di bulan Syawal ini mereka mendapat sepuluh undangan manten, sementara tiap kali nyumbang/ hadir di pesta pernikahan mengisikan 50 ribu rupiah ke dalam amplop, berarti 50 ribu kali 10 sama dengan 500 ribu rupiah. Wah, banyak juga ya ternyata. He.. Bagi kalangan bujang, biasanya mereka juga ngamplopi sang pengantin tapi dengan isi yang ala kadarnya mungkin, 5 ribu hingga 30 ribu bisa jadi. Tapi kalau punya teman yang cukup akrab atau satu komunitas, biasanya mereka patungan untuk membeli kado buat sang pengantin. Kata salah seorang ustad yang tadi memberi ceramah di walimahan teman saya dengan nada bercanda, kurang lebih begini, “Pak, Bu, rugi ngadakan pesta pernikahan dengan model prasmanan kalau tamunya mahasiswa. Yang diundang 15, yang datang 35. Udah gitu nggak ngamplopi lagi..” Hehe😀 Kena deh..

So, siapa yang mau jadi pengantin berikutnya di bulan Syawal ini?

2 responses to “Musim Manten

  1. iyaaa,,banyak yang pada nikah😀

    zen:
    kapan menyusul? he..

  2. Jangan lupa ya diundang lhuh ya….

    zen:
    hehe.. masih lama mbak.. terima kasih ya atas kunjungannya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s