Nasihat Dua Orang Mabuk


nasihatSobat sekalian, berikut ini adalah tulisan saya beberapa bulan yang lalu.. Saya posting ulang di sini agar Sobat sekalian yang belum pernah membacanya bisa ikut menimba hikmah dari kisah yang saya alami tersebut. Buat Sobat yang pernah membacanya, anggap saja ini sebagai muraja’ah kisah, hehe😀 Selamat menikmati..

Tak mengira bahwa dini hari itu aku akan mendapatkan nasihat dari dua orang yang sedang mabuk. Waktu itu tepatnya sekitar pukul setengah tiga dini hari, aku menemani kawanku mencari makan. Pasalnya sejak pagi ia belum makan, maka aku beserta kawanku berusaha mencari warung makan yang masih buka pada waktu itu. Alhamdulillah, akhirnya kami mendapatkan apa yang kami cari. Sebuah warung burjo “Ekasari”. Kami pun mendekati warung burjo itu. Sepeda motorku kuparkir tepat di sebelah timur warung burjo. Kami pun masuk warung burjo itu. Lantas aku memesan semangkuk burjo dan kawanku pun memesan semangkuk indomie goreng telur dan sepiring nasi.

Berhubung burjo pesananku lebih dulu tersaji, maka segera kuambil sendok dan kunikmati bubur kacang hijau (tanpa ketan hitam) yang ada di hadapanku. Tak berapa lama kemudian, muncul dua orang berboncengan dengan sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau. Setelah memarkirkan motor di samping pintu warung, lantas mereka pun masuk warung burjo. Kuperhatikan mereka. Mereka berjalan agak sempoyongan masuk warung, mencari-cari kursi tempat duduk, dan akhirnya duduklah mereka di kursi kayu panjang khas warung burjo. Sesaat setelah mereka berdua masuk warung, kucium aroma alkohol yang berasal dari kedua orang itu. Sepertinya mereka mabuk, pikirku. Dua orang itu badannya kekar, yang satu memakai jaket kulit warna hitam, yang satu lagi berkacamata.

Mereka berdua pun memesan minuman, “es jeruk dan es anu…” katanya.

Ternyata es anu yg dimaksud adalah air es yang dicampur dengan serbuk minuman ‘Vipro-G’. Dari cara mereka bertutur ketika memesan minuman, aku pun semakin yakin bahwa mereka berdua sedang mabuk. Aku tak berani menatap mereka berdua agar tak terjadi salah paham. Nanti dikiranya saya nantangin gitu…. Aku hanya terus menikmati santapan burjo (tanpa ketan hitam) di hadapanku sambil sesekali melongok ke arah TV yang ditaruh di sebelah kiri atas tempatku duduk. Waktu itu sedang ada berita soal kriminalisasi KPK.

Si pria berjaket kulit mengajak ngobrol temannya yang berkacamata itu. Entah, apa yang mereka obrolkan, tapi sepertinya membahas apa yang terjadi sebelum mereka sampai di warung itu. Sampai kemudian si pria berjaket hitam berkata,

“Online yok…” (dengan intonasi yang agak ngelantur khas orang mabuk).

Lalu ia buka ritsleting jaket kulitnya, ia keluarkan sebotol minuman keras Vodka dari balik jaketnya. Ia letakkan botol itu di bawah helm yang ia taruh di meja. Semakin yakin bahwa dua orang ini sedang mabuk, terbukti si pria berjaket kulit itu mengeluarkan sebotol Vodka.
Setelah itu si pria berjaket kulit mengeluarkan handphone-nya, lalu online-lah ia… Buka fesbuk kali ya, pikirku. Kulirik ia memelototi sedang handphone yang ada di tangannya. Tiba-tiba si pria berjaket kulit berkomentar,

“Mualaf itu kok ketakwaannya melebihi orang muslim ya? Kenapa ya? Orang yang dulunya non Islam trus masuk Islam kok ibadahnya lebih bagus daripada orang muslim ya?”

Lalu temannya yang berkacamata menjawab, “Lha embuh, ra ngerti aku” (Entahlah, ga tau aku).
Si pria berjaket kulit menambahkan, “Nyatanya wong muslim ki akeh sing ra do subuhan. Tapi wong mualaf kiy entuk opo-opo we bersyukur.” (Kenyataannya orang muslim itu banyak yang tidak melaksanakan shalat subuh. Tetapi mualaf itu kalo dapat apa-apa bersyukur.)

Pria berkacamata menimpalinya, “Endi to sing to omongke ki?” (Mana sih yang kau bicarakan itu?)

Pria berjaket kulit pun menyahut, “Iki lho…” (Ini, lho…) sambil menunjuk layar handphone-nya…

Subhanallah, saya merasa tersindir dengan obrolan dua orang yang sedang mabuk tadi. Apa benar kata-kata tadi keluar dari pikiran mereka. Atau jangan-jangan Allah ingin menasehatiku melalui kedua orang yang sedang mabuk itu. T.T

Masya Allah… Astaghfirullah… Subhanallah… Terima kasih ya Allah, Engkau telah mengingatkan hamba agar lebih tekun menjalankan shalat, dan lebih meningkatkan ketakwaan hamba pada-Mu…

Maguwo, 4 November 2009 pukul 03:22 WIB

by: Zen Muhammad Alfaruq

Pernah dimuat sebelumnya di http://yogya.forumlingkarpena.net/2009/11/05/nasihat-dua-orang-mabuk/

7 responses to “Nasihat Dua Orang Mabuk

  1. Wah Zen, ternyata orang mabuk pun juga bisa membawa nasehat dan hidayah yang mengingatkan orang di sekitranya yak?… Subhanallah..

    mampir balik ke lapak saya ^_^

    zen:
    iya, mas.. sy baru paham maksud sebuah nasihat.. jangan lihat siapa yang bicara, tapi perhatikan apa isi pembicaraannya.. insyaAllah tak mampir ke blog njenengan.. keep blogging ^^

  2. sama mz aku pernah dapat nasihat dari orang mabuk juga,,, ide yang bagus. bedanya aku siang hari pas watu itu sedang sholat ashar aku didekati seorang laki2 yang bertanya kenapa tidak sholat, kujawab yaaa karena g sholat, lalu ia bercerita panjang lebar tentang kehidupannya yang dahulu. katanya dulu ia adalah anak pondok, yang keluar dan sekarang jadi preman.
    dan dia berkata” mb jangan liat tampang dan penampilan seseorang, boleh jadi dia lebih baik lho mb”
    wahhh subhanallah
    kemudian dia pergi namun sebelumnya ia cerita banyak, dia pergi karena teman2 yang pada sholat sudah selesai.
    dan sebelum pergi ia berbisik (namun tetap jauh) mb aku pengen tobat, doakan ya mb.
    aku hanya mangguk2 saja.
    Allah itu keren ya, mengingatkan kita dengan aapun, dan kondisi yang pas. alhamdulillah

    wahhhh komennya jadi banyak😀

    zen:
    subhanallah.. Allah itu memang luar biasa.. Allahuakbar!!!
    “wahhhh komennya jadi banyak :D” –> gapapa, malah melengkapi postingan ini kok.. makasih ya ^^

  3. subhanallah..
    entah di luar fakta apakah mereka mmg habis mabuk atau tidak, namun memang terkadang kita bisa belajar bersyukur dan tersadarkan, terluruskan, terbangunkan oleh orang2 di sekitar kita…
    siapapun itu…
    dan apapun itu,, alam pun..

    kisah yg menarik..
    maturnuwun..

    apakah ada lanjutannya??

    zen:
    “entah di luar fakta apakah mereka mmg habis mabuk atau tidak”
    *betul, sy baru menduga dari bau alkohol yang keluar dari badan mereka. dan saya pun tak tahu mereka dalam kondisi mabuk atau tidak.. perlu meralat judul nih..
    “apakah ada lanjutannya??”
    *hee, mohon maaf. antum lanjutin ya dengan cerita yg terkait dgn status antum di FB😀

  4. cerita bagus pak Zen. klo akhwat nggak mungkin ke burjo jam segitu. penasaran, endingny apa yg selanjutny dilakukan kedua orang pilihan Allah itu?

    zen:
    terima kasih desti atas kunjungannya ^^
    “endingny apa yg selanjutny” –> semoga mereka berdua shalat shubuh berjama’ah di masjid..😀

  5. bagus🙂

    kadang kita emang jangan ngeliat dari siapa kata2 itu datang, tapi apa isi kata2nya🙂

    zen:
    makasih mbak nadia ^^
    betul betul betul.. jadi ingat bang napi yang sering nongol di sebuah stasiun tv swasta🙂

  6. Kita tak akan sedar jika tak ada orang yang nasihatkan kita.

    Kita akan fikir yang diri kita ini betul sahaja.

    Allah itu maha pengasih.

    zen:
    betul itu mbak aini. seharusnya kita saling mengingatkan satu sama lain..
    salam kenal ^^ terima kasih atas lawatannya..

  7. mereka sebenarnya tidak mabuk, benar sekali mungkin sang pencipta sedang menunjukkan kuasanya melalu kedua orang mabuk tiu.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s