Adab Pergaulan Ikhwan-Akhwat (Putra-Putri)


Berikut ini adab pergaulan ikhwan (putra)- akhwat (putri) seperti yang disampaikan Ustad Darul Falah dalam sebuah forum kajian beberapa waktu yang lalu:

  1. Hanya bertemu dalam forum yang urgen (penting)
  2. Memalingkan pandangan
  3. Menghindari sentuhan
  4. Forum tidak campur
  5. Menghindari berduaan
  6. Menghindari pertemuan yang lama dan berulang-ulang
  7. Menghindari tempat-tempat yang dimungkinkan terjadi fitnah
  8. Menghindari komunikasi terus menerus dengan satu orang walau untuk hal yang baik
  9. Menghindari dosa yang nampak maupun tidak nampak

Untuk penjelasan detailnya, semoga bisa saya sajikan dalam postingan berikutnya🙂

5 responses to “Adab Pergaulan Ikhwan-Akhwat (Putra-Putri)

  1. mt 3 nggih?
    sip2!
    nuwun atas share ilmunya

    zen:
    nggih.. leres sanget mbak ida.. sami-sami ^^
    matur nuwun nggih atas kunjunganipun.. kula antu2 lho kunjungan saklajengipun..

  2. jadilah Pria idaman Muslimah..hehee
    our greeting mahasiswa STEI Husnayain

    zen:
    insya Allah..🙂

  3. Dinar ayu mirunggan sari

    assalaasmualaikum wr, sebelumnya saya ingin bertanya ,, adab pergaulan zaman sekarang kan sama sekali tidak lagi mengenal adab pergaulan islam yang seperti apa lalu bagaimana jika seumpama seorang wanita menyukai seorang pria dalam umur se paras dengan umur remaja. intinya apakah menyukai seseorang juga dilarang dalam islam ?

    • Wa’alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh.. Sebelumnya mohon maaf ya Mbak Dinar, saya baru bisa membalas komentarnya hari ini.. Terima kasih ya sudah berkenan mampir ke blog saya..
      Menyukai seseorang tidak dilarang dalam Islam karena itu memang sunatullah manusia. Hanya saja Islam mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan agar tidak terjerembab pada perbuatan zina. Jika kita menyukai sesorang, sebaiknya cukup kita simpan dalam hati saja, tak perlu diungkapkan secara terbuka. Karena pengungkapan rasa suka pada lawan jenis yang bukan muhrimnya bisa menimbulkan penyakit hati. Demikian..

  4. Dinar Ayu Mirunggan Sari

    Iya tidak papa kak, tapi saya pernah baca novel buku tentang islam peradaban di negara US ada ilmuwan islam yang mengatakan bahwa semacam mencintai dan menyukai seseorang yang bukan muhrimnya itu sama saja zina. Walaupun sedikit besar nya banyak yang beralaskan bukan dan tidak namun zina adalah suatu perbuatan dimana seseorang menyimpan rasa, dan apabila tidak terkendali itu yang menyebabkan manusia kadang lalai lebih menduakan allah. Dan di dalam novel itu penatalaksaan nya yang saya ambil adalah kata bijak nya “jangan mengambil porsi allah” yang artinya serahkan urusan semuanya kepada allah melainkan hal yang bersangkutan dengan perasaan. Begitu kak, tapi saya juga tidak begitu faham. Karena banyak juga referensi berbeda dan berbeda anggapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s