Masa Paceklik Online


Target saya untuk update blog tiap hari pupus sudah, sejak masa paceklik online terjadi beberapa hari yang lalu, tepatnya sejak 16 Oktober 2010 kemarin. Sebelum masa paceklik itu tiba, tanda-tanda paceklik sudah mulai bermunculan, salah satu di antaranya saya tak sempat online, kalaupun sempat itu tengah malam, sehingga tanggal dan jam posting sedikit saya modifikasi sebelum saya postingkan agar di kalender terdata posting setiap hari.

Ada sedikit rencana konyol sebenarnya sebelum masa paceklik online itu benar-benar terjadi. Namun saya urungkan karena takut jadi bid’ah, hehehe. Awalnya saya berencana untuk tidak posting pada tanggal 14, 15, 16 pada bulan Oktober ini dan seterusnya, semacam puasa yaumul bidh (3 hari pertengahan bulan) gitu. Hehehe. Tapi ya mungkin Allah punya rencana lain, saya agar tidak online dalam beberapa hari terakhir ini.

Pada masa paceklik online itu kabel modem sepanjang 10 meter yang menghubungkan PC dengan HP Smart D1200P yang digantungkan di atas pintu dapur rumah saya ngambek, hal itu ditandai dengan munculnya kotak kuning muda bertuliskan ‘unrecognized’ di sudut kanan bawah layar monitor PC ketika saya menancapkan kabel USB itu ke CPU. Padahal modem ‘siput’ itu menjadi tulang punggung kebutuhan online sehari-hari saya di rumah. Dialah yang selalu bekerja keras membanting tulang, eh koneksi ding😛 sehingga saya bisa sering berlama-lama online dari rumah. Oh, malangnya dirimu kabel modem..

Selain itu keuangan saya lagi benar-benar sered, bahkan untuk merogoh kocek 500 rupiah dari saku saja tak bisa saya lakukan. Jadi online di warnet menjadi sesuatu yang cukup mewah bagi saya saat masa paceklik online itu melanda. Oh, jadi begini ya rasanya kalau lagi nggak punya fulus?😦 Hidup serasa begitu menderita.. (lebay :P)

Alternatif online (wifi) di kamar atau di lorong kamar para takmir penghuni masjid kampus UNY juga agak sedikit problem. Sinyal wifi yang tertangkap di laptop teman-teman takmir tak mampu membuat dunia maya hadir di tengah-tengah kami. Entah apa yang terjadi, sepertinya ada something wrong dengan sinyal wifi di sana karena itu tak hanya terjadi pada satu laptop, tapi pada banyak laptop.

Waktu-waktu itu juga komputer di rumah saya sedang dipakai adik untuk nglembur proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) selama berhari-hari. Pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari komputer rumah sempat di’monopoli’ adik saya. Terlebih deadline pengumpulan proposal PKM di kampus adik saya terus saja melar sehingga penyempurnaan proposal pun dijalani secara marathon oleh adik saya, katanya masih ada-ada saja yang kurang. Fiuhh.. -.-‘ Ide-ide di kepala pun akhirnya tak terketik di atas papan keyboard. Mereka akhirnya rela kutorehkan pada lembaran-lembaran kertas bergaris ‘Book of Inspiration’ saya yang menemani saya ke mana-mana. Pena (atau lebih tepatnya gell pen yang saya peroleh dari simposium entomologi beberapa pekan yang lalu) menemani saya untuk berselancar mengarungi samudera ide.

Namun, syukur alhamdulillah patut saya lantunkan saat ini. Kabel modem di rumah sudah lumayan sembuh, walau kadang masih ‘unrecognized’ tapi sekarang sudah agak mendingan, bisa online lagi meski dengan kecepatan ‘siput’. Dan buktinya, postingan ini bisa hadir ke tengah-tengah sobat sekalian.

Tak lupa, terima kasih saya ucapkan kepada sobat semuanya pembaca setia blog ini yang telah mendo’akan saya untuk terus eksis dan produktif dalam berbagi inspirasi di blog ini.. Saya ucapkan jazaakumullaahu khairan katsiir.. ^_^ Semoga sobat semuanya juga semakin produktif dalam berkarya.. dan akhirnya syukur alhamdulillah (patut) saya ucapkan sekali lagi kepada my true love, Allah subhanahu wata’ala, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah mengeluarkan saya dari masa-masa paceklik online kemarin.. ^_^

Toragan, 24 Oktober 2010

4 responses to “Masa Paceklik Online

  1. curcol niy akh ceritanya?😀

    syukurlah bisa keluar dari masa paceklik ^_^

    kadang masa paceklik itu memang “disengaja” olehNYA untuk mengingatkan kita memenuhi “hak” yang lainnya (pengalaman pribadi mode on :D)

    zen:
    bukan curcol kok mbak, tapi curqol (curahan qolbu) hehehe😀
    meski putus nyambung online, tapi semangat menulis tak boleh kendur🙂
    iya juga mbak, masih banyak “hak” orang lain yang harus kita tunaikan.. paceklik online membuat kita rehat sejenak dari hingar bingar dunia maya yang terkadang melenakan..

  2. Hehee…. trenyata mas zen pake sma*** tho?!> hehehe..kalau mi kadang prustasi apalagi modemnya ngambek, tapi ga pake merk itu.

    ayo mas zen, semangat! tiada hari tanpa menulis. )* hayah!

    zen:
    okey😉

  3. wah, segitunya ya yg namanya penulis.. kelabakan kalo ide ga kecatet. gud2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s