Ketika Kita Merasa Sendiri


Sobatku yang budiman, pernahkah engkau merasakan kesendirian? Merasa kesepian di tengah keramaian, merasa kesepian di tengah hilir mudik kendaraan, merasa kesepian di tengah hiruk pikuk orang berbicara bersahut-sahutan? Kesendirian ini bisa jadi tercipta ketika kita tak menemukan teman yang satu gelombang dengan pikiran kita, akibatnya kita merasa tak memiliki dukungan sama sekali. Keraguan kadang menghinggap di benak kita, seolah tak tahu harus berbuat apa untuk melanjutkan asa. Mengais-ngais impian kembali nampu seolah benteng tinggi mejulang terbentang angkuh di depan mata. Apa yang harus kita lakukan untuk keluar dari rasa kesendirian itu?

Saya mengundang sobat sekalian yang membaca postingan ini untuk turut berkomentar urun rembug pada postingan ini memberi solusi sesuai pengalaman sobat sekalian. Atas partisipasinya, saya ucapkan banyak terima kasih🙂

*bukan kuis atau lomba, jadi nggak ada hadiahnya😛

10 responses to “Ketika Kita Merasa Sendiri

  1. iya saya juga kadang gitu merasa sendiri di tengah2 keramaian, kadang saya mencoba untuk memahami dan mendengarkan saja apa yang sedang mereka bicarakan. mencoba untuk masuk agar bisa menyatu dengan obrolan.
    pasti ada hal2 yang bisa membuat kita masuk ke mereka🙂
    asal jangan bete duluan hehe..
    salam..

    zen:
    mencoba menyamakan gelombang ya, mbak?🙂

  2. hampir setahun belakangan saya ngerasa gt.terutama karena ada ritme hidup yang berubah secara drastis.sementara kebanyakan teman dekat masih ada d jalur yang sama seperti sebelumnya. pernah saya sampai ada di titik terburuk,apatis.
    Huffttt…dah kayak kapal bocor d tengah samudra tuh saya…hehee….oleng kanan,oleng kiri.gak jelas.
    Kondisi terburuk lainnya adalah ketika saya lost orientation & dan gak tahu what i want.hemmm….nyesek banget tuh…efeknya buruk buat diri sendiri,lebih labil,lebih cepat emosi,jadi pragmatis,dan amat sangat tambah egois.
    Dalam kurun waktu itu saya sering berkontemplasi diri,muhasabah,menyusun ulang orientasi,mencari jalan yang benar2 ingin saya lalui,lebih dekat sama Alloh,orang tua,keluarga,dan yang paling dominan adalah bereksperimen dengan dunia lain.
    Alhamdulillah,dua bulan terakhir sy ada d kondisi yang jauh lebih stabil.n now i know what i want&what i doing

  3. keren keren

  4. pernah sih dulu ngerasain kyak gini, pas abis lulus s1 trus lanjut ke S2&bekerja, sibuk duper sibuk jdi ga ada temen2x merasanya. tpi perlahan udah bisa nikmati ritme hidup yg baru dan mulai bisa mensinergiskan kuliah, kerja dan teman2x. so, sendiri kadang perlu unt bbrpa kondisi ttp bersma dg temen2x jg perlu. tergantung sikon.

    that’s my story ^^

  5. yang harus dilakukan? keluar rumah dan silaturahim!
    terutama dengan orang2 sholih🙂

  6. merasa kesepian di tengah keramaian nan riuh…
    menjadi insan yg inspiratif tentu harus bisa mengatasinya…
    boleh tu minta tips sama akh Zen cara2 mengatasi rasa itu kala menerpa diri kita🙂
    syukron katsir tuk smuanya…

  7. Merasa sendiri… bisa jadi dikarenakan kita berada di lingkungan baru atau bisa juga kita berada di lingkungan lama namun teman-teman akrab kita satu persatu telah meninggalkan kita, pindah dengan lingkungan baru mereka, sedangkan kita masih di tempat yang sama. Untuk dua kasus ini, keep contact dengan teman-teman tersebut.

    Kalau masih merasa sendiri… ambilah buku inspiratif kisah orang-orang shalih terdahulu. Karena buku adalah sebaik-baik teman untuk orang yang merasa sendiri.

    Dan jangan lupa, ada ibu yang menanti untuk kita antar belanja. Ada adik-adik yang mengharap teladan kita. Ada anak-anak masjid yang menunggu untuk diajari ngaji. Sesungguhnya, di sini, saat ini, kita tidak sedang sendiri.

  8. Sendiri tidak selalu berarti karena kita ditinggalkan, tetapi bisa juga berarti kita yang meninggalkan. Maka cobalah kembali untuk menemukan teman yang memiliki gelombang berpikir yang sama.

    Oiya, jadi panitia up-grad nasional FLP ya? Sampai jumpa di Jogja🙂. Insya Allah saya berangkat bareng mbak Sinta.

  9. hmm….kadang kalo lagi sendiri ak merasa kl sedang diingtakan utk lebih dekat lagi.

    btw zen, cek blog ku ya, suwun🙂

  10. sering banget kok zen.🙂 apparently, you’re not that alone, right?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s