Waspada LEPTOSPIROSIS!


Apakah LEPTOSPIROSIS?
Penyakit Leptospirosis merupakan Zoonosis (penyakit pada hewan yang dapat ditularkan ke manusia) yang diakibatkan bakteri Leptospira.

Di negara tropis insiden tertinggi terjadi selama musim hujan. Umumnya menyerang petani, pekerja perkebunan, pekerja tambang/ selokan, pekerja rumah potong hewan & militer. Penyakit ini perlu lebih diwaspadai pada daerah yang rawan banjir, pasang surut & areal persawahan. perkebunan, dan peternakan.

Sumber penyakit leptospirosis yang utama tikus, dapat pula pada ternak babi, sapi, kambing, serta pada anjing & kucing.

Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah/lumpur, tanaman yang telah dicemari oleh air seni hewan penderita leptospira. Bakteri leptospira masuk melalui selaput lendir mata, hidung atau kulit yang lecet/ luka kadang-kadang melalui saluran pencernaan dari makanan yang terkontaminasi oleh air seni tikus.

Masa Inkubasi: 1-2 Minggu

Gejala Klinis
Pada fase awal demam tinggi, nyeri kepala, nyeri perut, mual, muntah, nyeri otot, kemerahan pada kelopak mata. Banyak kasus biasanya gejalanya ringan menyerupai selesma/ flu sehingga biasanya penderita tidak berobat, sebagian penderita sembuh dengan sendirinya. Leptospirosis yang parah dapat merenggut nyawa.

Ada kalanya penyembuhannya lambat, penderita sakit mirip kelelahan menahun, bengkak mata menahun, dll.

Komplikasi:
Leptospirosis yang parah dapat menyebabkan gagal ginjal akut, pembesaran hati dan ikterus (kuning), gagal jantung, batuk darah, perdarahan, abortus, dll.

Pengobatan:
Antibiotika seperti golongan Penicilin, Amoksisisilin, Tetrasiklin/ Doxycycline

BAGAIMANA AGAR TERHINDAR DARI PENYAKIT LEPTOSPIROSIS?

  • Gunakan alat pelindung diri (sepatu boot, jubah kain, masker, kaca mata pelindung, sarung tangan, dll) bila bekerja di tempat yang potensial tercemar air kencing hewan.
  • Jika ada luka/ lecet jangan sampai terkena lumpur/ tanah/ air yang terkontaminasi, tutup luka dengan balut kedap air.
  • Amankan makanan dan peralatan makan/ minum/ memasak jangan sampai dijamah oleh tikus (ditutup rapat, dimasukkan almari).
  • Tuangi karbol/ lysol pada rumah yang diduga telah terkontaminasi kencing tikus.
  • Cuci tangan dengan sabun & keringkan, terutama sebelum makan, sesudah memegang hewan, sesudah beiadang, dll.
  • Jangan makan atau merokok sambil menangani binatang mungkin terkena leptospirosis.
  • Hindari berenang di dalam air yang mungkin dicemari dengan air seni binatang.
  • Jangan memberi jerohan mentah pada anjing/ kucing.
  • Konsultasikan pemeliharaan ternak ke Puskeswan setempat.

 JAGA KEBERSIHAN RUMAH DAN LINGKUNGAN AGAR TIDAK MENJADI SARANG TIKUS.

Diterbitkan oleh:
Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
Jl. Rorojonggrang 6 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta 55511
Telp./Fax. 0274-868409, 0274-868405 Pswt. 1235
E-mail: dinkes_sleman@yahoo.com
2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s