Tips Menulis Esai untuk Lomba (1)


Alhamdulillah.. Hari ini (22/05) akhirnya saya bisa menunaikan tugas menjadi juri lomba essay pelajar SMA sederajat se-DIY Jateng bersama Nur Fathurahman Ridwan dan bu Ary Kristiyani. Lomba essay ini sendiri merupakan rangkaian dari acara Biocreathiviton 2011 Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA UNY. Pada babak final tadi, 11 orang finalis diberi kesempatan oleh panitia untuk mempresentasikan naskah essay-nya di hadapan dewan juri.

Nah, setelah setengah hari menjadi salah satu dari dewan juri, saya ingin berbagi tips menulis esai untuk lomba kepada sobat sekalian pembaca setia zenma.wordpress.com sekalian. Ini bukan berarti saya paling pinter atau paling bener, tapi just share aja, semoga bermanfaat.. Apa saja tips menulis esai untuk lomba?

  1. Perhatikan tema/ topik yang disajikan oleh panitia lomba. Usahakan agar ide atau gagasan utama essay kita tidak keluar dari tema yang diinginkan panitia.
  2. Tawarkan ide segar yang belum pernah ada sebelumnya. Kalaupun sudah pernah ada yang menyampaikan ide itu, buat inovasi atau pembaruan ide, sehingga menyedot perhatian dan antusiasme dewan juri  untuk membaca essay kita.
  3. Hindari plagiat! Plagiat yaitu mengambil ide atau karya orang lain yang sudah ada namun dibuat seolah-olah itu adalah ide kita. Ini akan berakibat fatal. Dewan juri akan ill feel dengan essay macam ini. Apalagi jika referensi yang diambil berasal dari sumber online. Hal ini akan membuat dewan juri menjadi curiga, jangan-jangan si penulis hanya copy-paste saja dari blog/ situs tertentu.
  4. Cantumkan sumber bacaan kita. Misalkan kita mengambil referensi dari buku, gunakan kaidah pengutipan yang benar sehingga dewan juri bisa membedakan mana tulisan yang berasal dari referensi dan mana gagasan orisinal penulis. Jangan lupa buat halaman daftar pustakan sesuai kaidah yang berlaku.
  5. Jika kita mengutip sumber dari internet, usahakan cari situs terpercaya. Misalkan kita ingin memaparkan data penggunaan energi di Indonesia, kita bisa merujuk pada situs resmi Kementrian ESDM RI. Atau jika ingin memaparkan informasi pembanding, cari situs berita yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, misalkan Republika Online, Kompas.com, dan sebagainya.
  6. Pilih judul essay yang singkat, padat, dan eye cathcing. Semakin menarik judul sebuah essay, maka magnet keterbacaannya akan semakin besar. Judul essay sangat berbeda dengan karya tulis ilmiah seperti laporan penelitian atau skripsi yang judulnya panjang sekali. Ingat, singkat, padat, jelas, menarik.
  7. Pilih bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh siapapun. Essay ditujukan untuk semua kalangan, dari kalangan awam hingga akademisi. Sedangkan laporan penelitian memiliki segmen spesifik kalangan akademisi sehingga penggunaan istilah atau pemilihan kata tidak perlu mencari yang sederhana. Essaya memerlukan pilihan kata yang sederhana dan mudah dicerna oleh siapapun.
  8. Pikat dewan juri sejak paragraf pertama. Paragraf pertama sebuah essay (bagi saya) menjadi penentu menarik tidaknya sebuah essay. Jika sejak paragraf pertama saja sudah membosankan, maka biasanya kalimat-kalimat seterusnya pun membosankan juga. Meski tak semua essay demikian..
  9. Perhatikan penggunaan tanda baca. Hindari pengetikan tanda baca yang dobel seperti ‘???’ atau ‘!!!’. Penggunaan tanda baca seperti ini sangat mengganggu mata😀
  10. Hindari kata ganti ‘saya’ atau ‘aku’ tapi gunakan ‘penulis’. Menggunakan kata ganti ‘saya’ atau ‘aku’ terkesan terlalu subjektif. Meski gagasan kita memang subjektif, tidak perlu ditambah subjektif lagi dengan menggunakan kedua kata ganti tersebut. Akan serasa curhat, kecuali memang essay yang dilombakan bertema pengalaman pribadi atau essay motivasi.
  11. Atur penulisan dengan rapi. Hindari menggunakan poin-poin yang melelahkan. Jika dipaksakan akan seperti makalah penyuluhan :D  Upayakan dibentuk paragraf demi paragraf narasi. Coba perhatikan kolom essay di majalah atau surat kabar harian.
  12. Perhatikan koherensi atau keterkaitan antara paragraf satu dengan paragraf yang lain. Teliti dan cermati kembali setelah essay selesai ditulis. Kalau perlu konsultasikan dengan guru/ dosen bahasa Indonesia atau teman yang punya kapasitas dalam pengeditan naskan. Paragraf yang gagasannya melompat-lompat tidak terarah menyulitkan dewan juri menemukan gagasan yang ingin kita sampaikan.
  13. Edit sekali lagi sebelum essay kita kumpulkan ke panitia. Cek kembali apakah ada kesalahan pengetikan huruf, pemenggalan kata, penulisan tanda baca, atau penulisan nama. Semakin cermat editannya maka semakin kecil kesalahan cetaknya.. (.. bersambung)

Sementara ini dulu ya, tips dari saya.. Semoga bisa saya sambung lagi di posting berikutnya.. Selamat mengikuti lomba essay.. ^_^

6 responses to “Tips Menulis Esai untuk Lomba (1)

  1. Siip!
    ditunggu postingan selanjutnya..
    maturnuwun ilmunya..
    oya, mau tanya:
    1. klo format essay sendiri sebenarnya seperti apa? apakah ada latar belakang masalah, dsb (pendahuluan, isi, penutup)? sebab kalau saya lihat kolom ‘Esai’-nya prof.Dr. T. Jacob (alm) di KR, bentuknya seperti artikel bebas biasa. seperti opini.
    2. opini dan esai, lebih ‘berat’ yg mana?

    maturnuwun.

  2. wis nulis apa lagi nih akh?
    kok ada arif mei di foto header di atas? ketemu nengdhi?
    salam ya kalau ketemu…

    minta no hp beliau… kirim ke hpku langsung nggih,
    jazakallah.

  3. Kurniawan Pratama Ajinanggar

    bagus , terimakasih untuk tipsnya

  4. terimakasih tipsnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s