Nasihat Seorang Kakak Kepada Adiknya


Alkisah, ada seorang kakak yang sedang menasihati adiknya. Si adik rupanya sedang kebingungan dalam pencarian jati dirinya. Berikut ini penggalan nasihat itu, semoga bermanfaat..

***

Kata kuncinya adalah komitmen, Dik..
Komitmen untuk fokus pada tujuan..
Tujuan bisa jadi banyak, tapi kita ambil mana yang paling penting sekarang..
Yang lain, bisa dikerjakan setelah tujuan utama itu terpenuhi..
itulah yang disebut fokus..
dan untuk meraihnya diperlukan komitmen..
maka bahasa sederhananya adalah:
“Komitmen untuk Fokus pada Tujuan Utama”
“Main Goal” lho, Dik. Bukan “Goals”
bukan juga “Main Goals”..

Komitmen itu dari hati, Dik..
Tidak bisa ditrainingkan, tidak bisa juga dijelaskan..
tapi berawal dari tekad yang kuat, keyakinan di dalam diri..
dan itu didapat dari perenungan, dari rasa cinta, dari kemauan..
yang kemudian, semua berujung pada tingkah laku dan perbuatan yang berasal dari alam bawah sadar..
komitmen itu ibarat akhlak, yang berjalan dengan sendirinya tanpa kita sadari..

tapi untuk bisa seperti itu, perlu ilmunya dulu..
ilmunya sederhana, tahu urgensi dari apa yang kita komitmenkan itu, kemudian punya target yang jelas, dan dilaksanakan dengan penuh rasa cinta dan keyakinan..
tapi jangan lupa baca bismillah biar jadi ibadah..
gitu, Dik..

Hidup mengalir itu indah, kok..
Hidup saya juga mengalir begitu saja..
Tapi kunci-nya satu, tetap punya orientasi..
air mengalir itu juga punya tujuan lho, Dik..
Ada yang mengalir sampai laut, ada yang mengalir sampai danau, dan lain sebagainya..
Jadi, sebenarnya bukan kehilangan urgensi, tapi coba berpikir ke orientasi..
dari orientasi kita akan menemukan urgensi..

di antara orang-orang hebat yang pernah saya temui,
ada yang sudah jadi, ada yang hampir menjadi, dan ada yang sedang berproses untuk menjadi..

walaupun, yang sudah jadi itupun masih selalu berproses untuk menjadi sesuatu yang terus berarti..
tapi satu hal, njenengan mungkin sedang mencari, apa peran yang bisa njenengan perankan..
itu yang saya lihat yang sedang njenengan cari..
apa peran saya, apa yang harus saya lakukan, dsb..
istilah kerennya “mencari orientasi”..

dan mengapa njenengan hebat, karena njenengan “mencari orientasi” di jalan yang Alloh ridhoi..
banyak yang “mencari orientasi” di jalan yang tidak Alloh ridhoi..
dan, satu kabar gembira untuk njenengan, njenengan sudah berada di jalan yang benar..
tinggal memaknai apa itu “orientasi”..
apakah harus dicari serumit itu, atau sebenarnya bisa kita simplifikasi..
nah, cobi njenengan renungkan riyin, Dik..

***

Sobat, sudahkah engkau temukan jati diri sobat? Apakah orientasi hidup sobat?
Bagi yang sudah menemukan, mari bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya memberikan petunjuk kepada sobat sekalian dalam menemukan jati diri..
Bagi yang belum menemukan, semoga Allah membimbing sobat dalam menemukan jati diri..
Aamiin yaa Rabb..

Toragan, 30 Mei 2011

One response to “Nasihat Seorang Kakak Kepada Adiknya

  1. subhanallah…sederhana tapi mengena di hati..like this

    ber-orientasi pada ukhrowi/akhirat akan menjadikan dunia-akhirat “ditundukkan” pada kita, berorientasi duniawi akan membuat kita kehilangan segalanya dan tidak mendapat apa-apa…orientasi kadang tidak perlu dicari tapi harus kita “jalani” maka bergeraklah krn dengan begitu kita tahu apa makna diri..wallahua’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s