Balada Kredit


Kala mendesak diujung perlu
Tak kuasa lagi untuk menunda
Kontan masih jadi impian
Kredit pun jadilah pilihan

Nikmat di awal
Proses panjang berliku kemudian
Namun apakah salah
Jika akhirnya memilih

Pun soal kehidupan insan
Saat gundah galau gulana menerpa
Meski modal tak kunjung cukup juga
Kredit tak kuasa dihindarkan

Manis berbunga-bunga
Semerbak mewangi aroma
Disertai lika-liku pancaroba
Berlayar melintas samudera

Zen Muhammad Alfaruq
Toragan, 21 Juni 2011 ba’da shalat dzuhur 12:25 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s