Bagaimana Sikap Kita Terhadap Dakwah?


“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al Kahfi 18: 28)

Bergabung dalam komunitas dakwah bukan berarti selalu nyaman, karena memang di mana pun kita berada, sudah menjadi sunnatuLlah diciptakan pasangannya. Ada rasa nyaman berarti ada rasa sebaliknya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana sikap kita. Ketika terjadi ketidaknyamanan kita rasakan pada sebuah komunitas dakwah, apa yang akan kita lakukan? Tetap menjaga kedekatan kita terhadap komunitas tersebut lantas memperbaiki diri ataukah justru perlahan-lahan menjauh menepi tanpa kompromi?

Ketidakcocokan pendapat atau pandangan antara sesama aktivis dakwah itu wajar karena sejak zaman Rasulullah SAW perbedaan pendapat itu pun juga terjadi,  hanya saja bagaimanakah seharusnya mengelola perbedaan itu dalam bingkai ukhuwah Islamiyah. Menelisik apa yang dicontohkan para shahabat yang hidup pada masa Rasulullah SAW, sepatutnya kita tetap saling menghargai, saling bertegur sapa, menjaga ukhuwwah, senantiasa mempererat ikatan silaturahim, dan tabayyun (klarifikasi).

Komunitas dakwah terbentuk karena kesamaan visi mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga keberadaan kita di dalam komunitas tersebut dapat menjaga kita dari perbuatan yang dilarang Allah serta memotivasi kita untuk senantiasa produktif beramal shalih, secara langsung maupun tidak langsung.

Merujuk firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Kahfi ayat 28 seperti yang saya kutipkan terjemahnya di atas, kita diperintahkan untuk bersabar dalam membersamai para aktivis dakwah dan kita juga dilarang untuk memalingkan mata kita dari mereka karena tergiur perhiasan dunia.

Apa yang akan terjadi bila kita melanggarnya? Bisa jadi sedikit demi sedikit kita akan menjauh dari komunitas dakwah itu lalu perlahan kita ikuti orang yang hatinya telah dilalaikan dari mengingati Allah, lama kelamaan secara tak sadar kita akan menuruti hawa nafsu kita, semakin jauh kita menuruti hawa nafsu kita, akhirnya tak terasa keadaan kita telah melewati batas.

Sebagai contoh, ada seorang akhwat (perempuan) yang awalnya adalah aktivis dakwah. Jilbabnya lebar, ibadahnya tekun, pandangan matanya tunduk terjaga. Suatu ketika ia mengalai perbedaan pendapat dengan kawannya sesama aktivis dakwah. Perlahan ia menjauh dari komunitas itu, lalu mengikuti teman-temannya yang jauh dari dakwah. Ia mulai jarang ikut kajian keislaman, jilbabnya yang awalnya lebar mulai menyempit, semakin menyempit. Dia lalu memperturutkan hawa nafsu, mengenal pacaran, bahkan karena tak pernah bersinggungan dengan komunitas dakwah lagi ia berani melepas jilbabnya yang anggun. Akhirnya dia tak berjilbab lagi, pandangan matanya tak terjaga, perkataannya pun juga tercela. Na’udzubillah..

Sikap kita terhadap dakwah adalah cerminan kepahaman dan kesadaran kita akan ayat-ayat Allah SWT yang tertuang dalam Al Qur’an dan sunnah. Jika kita menjauh dari komunitas dakwah hanya karena kita merasa tak nyaman karena berbeda pendapat maka muhasabah sangat perlu kita lakukan sesegera mungkin. Pada dasarnya dakwah tidak membutuhkan kita, ketika kita memutuskan untuk berhenti dari jalan dakwah maka Allah akan mengganti posisi kita dengan orang lain yang lebih baik dari kita, kita lah yang seseungguhnya membutuhkan dakwah. Tanpa naungan dakwah, iman kita gersang, layu, pada akhirnya bisa mati merana.. Wallahua’lam bishawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s