Dia Sudah Dipanggil Allah


Sungguh, hari ini saya mendapat sebuah pelajaran yang begitu berharga. Kiranya sudilah sahabat pembaca setia ‘catatan peradaban’ menyimak apa yang akan saya sampaikan berikut ini, semoga bermanfaat..

Pagi ini, ponsel saya kehadiran sebuah pesan singkat dari salah seorang sahabat, begini isinya:

14/03/2012 07:55
AsWw. Hari Ini 13 Maret 2012, Kami Orang Tua Dari M. Nurul Huda, Dari Berbah. Memohon Bantuan Darah AB Untuk Anak Kami Yang Sedang Sakit Di RS Sardjito. Dari 10 Kantung Yang Kami Butuhkan Hingga Saat Ini Belum Ada Satupun Kantung Darah. Bagi Pendonor Smoga Mendapat Balasan Rejeki Yang Melimpah dr Allah SWT. Amiin. CP: Beni 087838927473

Setelah membaca isinya, secara spontan pesan singkat itu langsung saya teruskan pada salah seorang teman saya yang suka membantu mencarikan pendonor darah. Pending, artinya pesan singkat itu belum tiba di kotak masuk ponsel teman saya. Kemudian saya meminta tolong kepada adik saya yang sedang online melalui komputer lipatnya. Saya minta ke dirinya untuk broadcast via Yahoo! Messenger, mengingat ia punya banyak teman yang sering online via Yahoo! Messenger. Namun saat ia mencoba mengetik ulang pesan singkat itu di notepad, membaca tanggal yang tercantum dalam pesan, itu artinya hari kemarin (Selasa, 13 Maret 2012), sementara sekarang adalah satu hari setelahnya. Sebelum meneruskannya adik saya meminta saya untuk mengonfirmasi kontak person yang tercantum di dalam pesan singkat, barangkali darah sudah terpenuhi karena sudah lewat satu hari.

Saran adik saya pun saya jalani. Saya menanyakan via SMS ke Pak Beni yang nomor ponselnya dijadikan kontak person pada pesan singkat itu, apakah kebutuhan darahnya sudah terpenuhi? Tak berapa lama kemudian, ponsel saya berbunyi, itu menandakan ada pesan masuk, dan barangkali dari Pak Beni. Benar ternyata. Saya baca pesan singkat balasan itu:

14/03/2012 08:08
allamdhulillah sudah terpenuhi.terima kash njh. (sampai di sini saya merasa lega, namun setelah membaca kelanjutannya… -red) ni koponakan dah di panggl ma allah. . kmrn oprasinya gagal

InnaaliLlaahi wainna ilaihi raaji’uun.. Saya terlambat! Saya sampaikan pesan singkat balasan itu kepada adik saya, ia sedih, begitu pula saya. Lalu saya sampaikan rasa bela sungkawa saya kepada Pak Beni, saya do’akan pula semoga beliau meninggal dalam keaadaan khusnul khatimah. Pak Beni pun meng-amin-i melalui jawaban pesan singkat yang saya sampaikan.

Sahabat.. sungguh ruh yang ada pada raga kita sepenuhnya milik Allah SWT. Ia berhak memanggil ruh kita kapan pun, entah pagi, siang, sore, atau malam; dalam keadaan apapun, entah sewaktu sehat-sehat saja, sewaktu sakit, atau sewaktu kita tidur, kita tak bangun lagi; entah saat kita sudah siap ataupun belum siap sama sekali.. So, pelajaran berharga hari ini adalah hargai waktu yang kita miliki saat ini, jangan sampai sedetik pun waktu yang kita miliki berlalu dengan sia-sia. Ingat kan nasihat para munsyid, sahabat kita, Raihan, dalam senandungnya “Demi Masa”? “Ingat lima perkara sebelum lima perkara, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati..”

Semoga keadaan kita detik ini lebih baik daripada detik-detik yang sudah berlalu dan detik demi detik berikutnya lebih baik daripada detik ini.
Allahua’lam bishawab..

Toragan, 14 Maret 2012


Sumber gambar: baskorokomputer.blogspot.com

12 responses to “Dia Sudah Dipanggil Allah

  1. Hidup mati memang misteri, menyadari hal itu maka tidak sepatutnya kita membuat waktu menjadi sia-sia dan kosong oleh kebaikan dan cinta pada sesama🙂

  2. amin Ya Rabbal’alamien…

    kekecewaan bagi diri saat qta tak bisa (semaximalnya) membantu sesama tapi Allah tahu (kadar) diri qta dan lebih tahu yang terbaik…

    “allahummagfirlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu”

  3. triyanto mekel

    hmmm….besok kalau aku gak ada, kira2 apa yang akan orang katakan tentangku…??

    • tergantung bagaimana perlakuanmu terhadap orang itu semasa hidupmu.. jika bung mekel selalu berbuat baik kepadanya, bisa jadi ia katakan bahwa bang mekel itu orangnya baik banget. tiap orang tentu punya penilaian masing.. yg terpenting adalah apa kata Allah ttg kita. orang lain mungkin tak melihat kekurangan atau aib pd diri kita. namun Allah tahu apa sj apa yg kita niatkan, apa yg kita pikirkan, apa yg kita perbuat.. mulia di hadapan Allah itu lebih utama daripada mulia di hadapan manusia.

      Orang yg paling mulia di sisi Allah adalah orang yg bertaqwa.
      Mk yg perlu kita cari di dalam hidup ini adalah kemuliaan di pandangan Allah, bukan pandangan di hadapan manusia.

      Barang siapa mencari kemuliaan di pandangan manusia, maka ia akan dihinakan oleh Allah. Namun, jika mencari kemuliaan di pandangan Allah, maka manusia tidak bisa menghinakannya.

      Berapa orang yg ingin menghinakan Rasulullah sebagai teroris, namun Allah tetap memuliakannya? Berapa orang yg ingin memuliakan orang jahat dengan memberinya berbagai gelar, maka Allah tetap menghinakannya.

      Allahua’lam bishawab..

  4. mengingat mati selalu ada perasaan tercekat ya….

    • hmm… iya, wien…

      selama kita masih ingat mati dan kehidupan sesudahnya, selalu terbentang jalan bagi kita menuju taubat.. :’)

  5. semua ada waktunya.
    pelajaran yang Allah berikan kepada kita seringkali bisa lewat apa saja. salah satunya sms itu.
    semoga, saya dan semuanya tidak menyepelekan apapun ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s