Category Archives: puisi

Senja nan Membara


Meski mata terkantuk-kantuk,
ujung pena tak mau terdiam.
Bola berbalut tinta di ujungnya
terus menari, meski terseok.

Dan lampu-lampu pun dipadamkan
karena jam menunjukkan waktu pulang..
Gelap.. Semakin sunyi, sepi..
Alunan merdu ibu penjaga pintu menggema.

Meski begitu, asa tetap membara di dada
hingga cita tampak nyata.
Aku pasti bisa!

UPT Perpus UNY ~ Jalan Monjali
Selasa, 24 April 2012
17.20-17.30 WIB

Sayur Skripsi


kumpulkan bahan-bahannya
pilih bagian-bagian yang lezat
ambil lalu masukkan panci
taburi garam coretan Continue reading

Balada Kredit


Kala mendesak diujung perlu
Tak kuasa lagi untuk menunda
Kontan masih jadi impian
Kredit pun jadilah pilihan

Nikmat di awal
Proses panjang berliku kemudian
Namun apakah salah
Jika akhirnya memilih

Pun soal kehidupan insan
Saat gundah galau gulana menerpa
Meski modal tak kunjung cukup juga
Kredit tak kuasa dihindarkan

Manis berbunga-bunga
Semerbak mewangi aroma
Disertai lika-liku pancaroba
Berlayar melintas samudera

Zen Muhammad Alfaruq
Toragan, 21 Juni 2011 ba’da shalat dzuhur 12:25 WIB

Pilek


tarik ulur di ujung hidung
keluar perlahan tapi pasti
lalu ditarik sekuat tenaga
bunyinya sungguh mengiris

penciuman jadi tak sepeka
kalau ia normal adanya
aman diterpa bau tak sedap
namun tak nyaman keharuman

jika jadi juri lomba masak
tak sesempurna jika tidak
sedang mengalaminya tentu
ya begitulah adanya

disyukuri saja
semoga berkah
^_^

*pilek=flu

Kotak Ajaib


bentuknya kotak saja
hitam warna bingkainya
mengkilap mukanya
ia bisa bersinar

kalau ketemu listrik
ia baru mau nyala
bergerak-gerak saja
yang terpancar di mukanya

membuat yang memandangnya
menangis mengharu biru
tertawa terkekeh-kekeh
jengkel tak karuan bisa

ah, kotak ajaib itu
banyak menyita waktuku
tilawah jadi terlewat
karena memandangimu

kotak ajaib
jangan nakal ya..
kalau nakal
aku laporin ke KPI!

Tipi 😀

Asyik Menulis Puisi


Tuliskan saja
huruf per huruf
kata demi kata
jadi sebait puisi

mengalir saja
tuliskan pikiranmu
tanpa beban
mengalir meluncur

baik buruk itu nanti
yang penting pesannya
membawa kebaikan
bukan kemungkaran

aku baru tahu
menulis puisi itu
mudah asyik
menyenangkan

Puisi ^_^

Lodrok


segelundung buah kuning
mendekam di almari dingin
terkurung paling bawah
bersama oleh-oleh khas malang

berhari-hari lamanya
atau mungkin berminggu-minggu
ia kedingingan di sana
menggigil kesepian

hingga hari ini ternyata
ia lodrok dua pertiga
ambil pisau segera
eksekusi!

Alhamdulillah
meski lodrok dua pertiga
masih selamat sepertiga
dikupas dicuci dibelah
baris di atas piring

kuambil satu masuk mulut
dikunyah renyah
manis dan segar ternyata
syukurlah, meski sepertiga

Melon >.<

Mengeja Makna


Detik demi detik kita lalui
Namun terkadang yang kita temukan adalah kehampaan
Tak tereja jua makna dalam detik yang berlalu
Mencoba mengeja tapi tak bisa

Mengapa?

Masa


empat huruf yang dalam
ia jadi judul
sebuah kumpulan ayat
dalam Al Qur’an

sungguh merugi insan
bila lalai darinya
melainkan ia
saling menasihati

kebenaran dan kesabaran
dalam setiap
lisan serta tindakan
ia digunakan

Toragan, 6 Juni 2011 @03:43 WIB
Zen Muhammad Alfaruq